:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Keberadaan-Satpam-dan-ART-Rumah-Maman-Suherman-PKS-Dipertanyakan.jpg)
Penangkapan Pelaku Pembunuhan Bocah 9 Tahun di Cilegon
Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap MAHM (9), anak anggota dewan pakar DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, Maman Suherman. Pelaku berinisial HA (30), warga Palembang, Sumatera Selatan. Pria ini ditangkap tanpa perlawanan oleh tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten pada Jumat (2/1/2026). HA ditangkap di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon. Saat ini, HA masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Cilegon.
Motif Pelaku yang Masih Tersembunyi
Kasi Humas Polres Cilegon, Iptu Sigit Demawan membenarkan bahwa pelaku yang membunuh MAHM (9) di rumah mewah di Kompleks Bukit Baja Sejahtera Kelurahan Ciwaduk berhasil dibekuk. Namun, pihak kepolisian belum dapat membeberkan secara detail terkait identitas pelaku maupun kronologi penangkapannya. "Mohon waktu," ujar Kasi Humas Polres Cilegon, Iptu Sigit Dermawan, Jumat (2/1/2026).
MAHM merupakan putra kedua dari Dewan Pakar PKS Cilegon, Banten, H Maman Suherman. Bocah kelas IV sekolah dasar (SD) ini memiliki seorang kakak. Sang kakaklah yang pertama kali mengetahui MAHM jadi korban penganiayaan berat di rumah mereka. Ayah mereka, H Maman merupakan seorang pengusaha sekaligus politisi. Maman setiap hari sibuk mengelola usahanya. Begitu juga istrinya setiap hari bekerja di luar rumah kecuali hari libur. Saat kejadian hanya ada korban dan kakaknya di dalam rumah.
Gina (bulan nama sebenarnya), seorang tetangga dekat rumah mewah tempat kejadian perkara (TKP) mengatakan, MAHM merupakan sosok yang baik. Gina sudah sekitar 7 tahun bertetangga dengan keluarga Maman Suherman. Menurut Gina, MAHM kerap tersenyum sambil menundukkan kepala ketika berpapasan dengan dia. "Dia (MAHM) anaknya baik kok. Kalau ketemu ya senyum, gini (menundukkan kepala). Dan suka bercanda dengan cucu saya yang masih kecil (balita)," jelas Gina.
Kejadian di Rumah Mewah
Tak hanya itu, Gina juga menyebut, dia kerap melihat Maman Suherman dan putranya, MAHM, berjalan kaki bersama untuk salat subuh berjamaah di masjid kompleks perumahan itu. "Emang Pak Haji (Maman) salat enggak pernah ketinggalan. Dia sama anaknya yang paling kecil (korban MAHM) itu sering jalan lewat sini, mau salat subuh ke masjid," ungkap Gina.
Hal ini juga dibenarkan Ketua RT setempat, Istianto (65) yang mengatakan, ia kerap melihat Maman Suherman mengajak sang putra untuk salat subuh berjamaah di masjid. "Pak Maman itu sama anaknya (MAHM) suka salat subuh berjamaah di masjid. Terutama pas si anaknya itu masih kecil ya," kata Istianto, saat ditemui, Kamis.
Rumah mewah Maman Suherman berdiri di kavling yang luasnya kurang lebih sekitar 500 meter persegi. Di depan rumah itu terdapat sejumlah karangan bunga ucapan duka cita atas wafatnya MAHM dari sejumlah pihak. Bangunan rumah tersebut dicat dengan warna putih di seluruh bagian dinding dengan perpaduan cat warna hitam serta emas pada bagian pagar maupun tralis-tralis yang terdapat pada bangunan rumah itu. Halaman di depan rumah Maman Suherman terlihat masih cukup lapang. Hanya ada bangunan pendopo, parkiran mobil, dan taman kecil di sisi-sisi halaman rumah mewah itu.
Motif Bukan Perampokan
Polres Cilegon memastikan bocah laki-laku berusia 9 tahun yang tewas di sebuah rumah mewah di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Banten, Selasa (16/12/2025) bukan karena perampokan. Putra bungsu dari anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, Maman Suherman itu tewas bersimbah darah dengan 22 luka tusuk. Pembunuhan terhadap siswa kelas IV sekolah dasar (SD) itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.
Hingga berita ini ditayangkan belum diketahui siapa pelaku pembunuhan sadis tersebut. Polres Cilegon telah memeriksa delapan orang saksi dan mengamankan barang bukti berupa rekaman CCTV dari sekitar lokasi. "Dugaan sementara untuk kasus ini itu dugaan pembunuhan, dapat dilihat dari bagaimana keadaan korban di rumah sakit." "Dari Polres Cilegon sudah membuat LP yang mencantumkan dugaan pembunuhan, jadi bukan perampokan," kata Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Kamis (18/12/2025).
Dugaan Motif Dendam
Kriminolog Ungkap soal Dugaan Motif Dendam. Guru Besar Kriminologi dari Universitas Indonesia (UI), Profesor Adrianus Meliala mengatakan soal adanya kemungkinan motif dendam yang melatari kasus pembunuhan MAHM (9) di sebuah rumah mewah kawasan BBS III, Kelurahan Ciwaduk Kota Cilegon, Banten, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). Adrianus memberikan beberapa dugaan termasuk motif dendam yang mungkin saja ada di balik tewasnya siswa kelas IV SD tersebut.
Adrianus juga menanggapi soal keberadaan asisten rumah tangga (ART) hingga satpam yang disebut tidak ada di lokasi kejadian. "Mungkin saja hal itu akan terjadi. Saya tidak menafikan misalnya ada ART atau sopir atau satpam atau tukang potong taman, kemudian mengalami ketersinggungan dengan keluarga, itu mungkin saja terjadi dan kemudian anak yang menjadi sasaran kemarahan tersebut," kata Adrianus.
Pengakuan Psikologi Forensik
Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri menduga pelaku pembunuhan bocah itu punya akses ke rumah korban. "Tentu harus dilakukan pemeriksaan ya oleh pihak kepolisian, tetapi saya membayangkan bahwa sang pelaku memiliki akses ke rumah tersebut," kata Reza, dikutip Tribunnews dari tayangan YouTube Kompas TV, Jumat (19/12/2025). Reza menduga, pelaku bisa memperkirakan kondisi di dalam rumah tersebut, seperti saat korban tengah sendirian di rumah.
Kronologi Kejadian
Berikut kronologi kasus MAHM (9) tewas mengenaskan di rumah mewah di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Banten, Selasa (16/12/2025) yang dihimpun TribunBanten.com: Sekitar pukul 14.20 WIB, ayah korban, H. Maman, menerima telepon darurat dari anak sulungnya berinisial D, yang berteriak meminta pertolongan. D saat kejadian sedang berada di rumah bersama korban. Setelah mendapat kabar tersebut, H. Maman langsung bergegas meninggalkan tempat kerjanya di wilayah Ciwandan menuju rumah. Setibanya di lokasi, ia mendapati kondisi anaknya sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah. Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Korban sempat dilarikan ke RS Bethsaida Kota Cilegon menggunakan kendaraan pribadi. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami 14 luka tusukan senjata tajam di sejumlah bagian tubuhnya. Sekitar pukul 15.00 WIB, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian. Tak berselang lama, tepatnya pukul 15.20 WIB, personel Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon bersama anggota Polsek Cilegon langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan awal dari saksi-saksi. Pihak Polres Cilegon memastikan bahwa motif kasus dugaan pembunuhan tersebut bukan karena perampokan karena tidak ada barang yang hilang di rumah korban.
0 Response to "Sosok Pembunuh Anak Politisi PKS Cilegon Masih Misteri"
Posting Komentar