3 Berita Terpopuler Sumbar: Jalan Lubuk Basung-Maninjau Putus dan Banjir Landa Nagari Duku Pessel

Akses Jalan Lubuk Basung-Maninjau Terputus Akibat Banjir Bandang

Akses lalu lintas dari Lubuk Basung menuju Maninjau tidak dapat dilewati kendaraan. Kondisi ini terjadi karena meluapnya aliran sungai yang menyebabkan material banjir bandang menutupi jalan utama di sekitar kantor BRI lama, Jorong Pasa Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

Material banjir bandang yang menutupi badan jalan memiliki panjang sekitar 70 meter dan ketebalan lebih dari 1 meter. Kejadian ini terjadi pada Kamis (1/1/2025) dini hari sekira pukul 01:45 WIB setelah malam pergantian tahun baru. Saat ini, kondisi cuaca terpantau hujan ringan dan arus sungai cukup deras. Meski begitu, alat berat dari PSDA Provinsi Sumbar sudah mulai melakukan pembersihan material banjir bandang.

Pasar Maninjau berkali-kali dihantam banjir bandang. Dalam satu hari, kejadian tersebut terjadi sebanyak lima kali. BPBD Agam memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Banjir bandang dan longsoran terjadi sejak dini hari hingga siang hari. Petugas mencatat dua kejadian besar pada dini hari dan tiga kali susulan pada pagi hari. Longsoran terjadi kembali saat petugas melakukan pembersihan material di lokasi.

Bunyi gemuruh yang terdengar sebelum banjir bandang menerjang membuat warga serta petugas berlarian ke tempat aman. Sampai saat ini, pihak BPBD masih berada di lokasi untuk melakukan peninjauan kembali. Beberapa rumah juga ikut terdampak oleh banjir bandang ini.

Jalan Padang–Painan di Nagari Duku Tidak Bisa Dilalui

Akses jalan utama Padang–Painan di Nagari Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, hingga Jumat (2/1/2025) malam masih belum dapat dilalui akibat banjir yang merendam badan jalan. Banjir mulai menutup akses jalan tersebut sejak sore hari setelah debit air sungai di sekitar lokasi meluap.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, Mulyandri Dt. Rajo Intan, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan deras dengan durasi cukup panjang yang mengguyur wilayah Pesisir Selatan. Kondisi itu menyebabkan debit air meningkat hingga menutup badan jalan nasional Padang–Painan.

Hingga saat ini, arus air di lokasi masih cukup dalam dan deras sehingga kendaraan belum berani melintas. Akibat kondisi tersebut, sebagian pengendara memilih memutar balik untuk mencari jalur alternatif, sementara lainnya bertahan di sekitar lokasi sambil menunggu air surut. BPBD Kabupaten Pesisir Selatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri melintasi jalur tersebut, mengingat intensitas hujan masih tinggi dan kawasan tersebut rawan banjir.

Gubernur Mahyeldi Lepas 400 Mahasiswa KKN Unand untuk Verifikasi Rumah Terdampak Bencana

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah melepas sebanyak 400 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) yang akan ditugaskan sebagai tim verifikasi rumah terdampak bencana hidrometeorologi di 13 kabupaten dan kota di Sumbar.

Mahasiswa tersebut akan melakukan pendataan dan verifikasi kondisi rumah warga terdampak bencana sebagai bagian dari tahapan penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Provinsi Sumbar. Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa akan didampingi oleh tim teknis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD setempat, serta mendapat pengawalan dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) di masing-masing wilayah terdampak.

“Proses verifikasi ini kita targetkan selesai pada 9 Januari 2026,” ujar Mahyeldi. Ia menegaskan, hasil verifikasi di lapangan akan menjadi dasar utama dalam penyusunan dokumen R3P. Oleh karena itu, Mahyeldi berharap pendataan dilakukan secara cermat dan menghasilkan data yang akurat, objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Rustian, Sekretaris Utama BNPB, berdasarkan data BNPB, tidak ada satu pun wilayah di Indonesia yang sepenuhnya bebas dari risiko bencana, termasuk Sumatera Barat. Karena itu, ia menekankan pentingnya pemahaman kebencanaan secara menyeluruh oleh seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pra-bencana, masa tanggap darurat, hingga pascabencana.

Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi berpesan kepada para mahasiswa agar melaksanakan pendataan sesuai dengan kriteria dan standar yang telah ditetapkan BNPB. “Ketepatan dan kecepatan pendataan sangat dinantikan masyarakat, karena ada ribuan warga terdampak yang berharap segera mendapatkan kepastian,” pungkasnya.

0 Response to "3 Berita Terpopuler Sumbar: Jalan Lubuk Basung-Maninjau Putus dan Banjir Landa Nagari Duku Pessel"

Posting Komentar