KEPOLISIAN Resor Bogor menangkap dua pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang sopir taksi online yang jasadnya dibuang di pinggir Tol Jagorawi KM 30 pada Senin, 10 November 2025 lalu. Kedua pelaku itu berinisial RS dan AH yang kini telah berstatus sebagai tersangka.
Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Wikha Ardilestanto mengatakan pengungkapan peristiwa pembunuhan itu berawal dari identifikasi jenazah. Dari hasil pemeriksaan sidik jari korban, kuat dugaan merupakan korban merupakan Ujang Adiwijaya, 57 tahun, warga Pancoran Mas, Kota Depok yang bekerja sebagai pengemudi taksi online.
“Dari hasil autopsi, korban meninggal akibat kekerasan dengan luka jerat di leher dan pendarahan di bagian bahu,” kata Wikha dalam konferensi pers di Mako Polres Bogor, seperti dilansir Antara, Kamis, 13 November 2025.
Adapun motif pembunuhan itu adalah perampokan. Satu unit Toyota Avanza Veloz hitam nomor polisi B 1532 ZFW dan dua telepon genggam korban sempat dibawa kabur oleh para pelaku. Korban dibunuh dengan cara dijerat lehernya menggunakan tali jemuran dan kepalanya dipukul.
Peristiwa pembunuhan itu menambah deretan panjang aksi perampokan hingga menyebabkan nyawa melayang yang dialami oleh sopir taksi online. Berikut beberapa peristiwa perampokan hingga membuat nyawa sopir taksi online melayang:
Pembunuhan di Depok
Pada Senin, 23 Januari 2023, seorang pengemudi taksi online bernama Sony Rizal Tahitoe, 59 tahun, ditemukan tewas di perumahan Bukit Cengkeh, Cimanggis, Kota Depok sekitar pukul 04.20 WIB. Jasad Sony tergeletak dan bersimbah darah di samping mobil Avanza warna merah nomor polisi B 1739 FZG.
Dari hasil penelusuran, pelaku pembunuhan itu merupakan anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror bernama Bribda Haris Sitanggang. Terungkapnya identitas pelaku itu dari KTA yang tertinggal di dalam mobil korban. Modus pelaku dengan menyetop taksi online yang sedang ngetem di pinggir jalan dan menaikinya tanpa menggunakan aplikasi.
Perampokan di Tol Jagorawi
Suprapto, 46 tahun, seorang sopir taksi online tewas tertabrak di KM 11+100 Tol Jagorawi, Cipayung, Jakarta Timur. Sebelum tewas tertabrak, korban sebelumnya dicekoki kecubung oleh penumpangnya pada 20 Maret 2023.
Korban mengonsumsi kecubung melalui nasi padang yang diberikan oleh penumpangnya. Setelah dalam kondisi sempoyongan, korban ditinggal di pinggir jalan tol, sementara mobil korban dibawa kabur pelaku. Korban lantas berjalan tanpa sadar hingga tertabrak pengendara lain dan tewas.
Perampokan di Tol JORR
Peristiwa perampokan terhadap seorang wanita sopir taksi online berinisial BI terjadi di Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR), Jatiasih, Bekasi, pada Sabtu 7 September 2024. Pelakunya seorang sekuriti di salah satu pusat perbelanjaan berinisial MIS alias Ibnu, 30 tahun.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Wira Satya Triputra mengatakan, perampokan itu dilakukan dengan cara pelaku menjerat leher korban dari kursi belakang menggunakan tali. Selain itu korban juga sempat diancam menggunakan senjata tajam.
Setelah mengancam korban, pelaku memaksa korban turun dari mobil dan meninggalkannya di tol, “Pelakunya ditangkap di Pulogebang. Pekerjaan pelaku adalah sekuriti di pusat perbelanjaan,” kata Wira dikonfirmasi Kamis, 12 September 2024.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku memang mengincar pengemudi taksi online berjenis kelamin perempuan. Alasannya agar mudah melancarkan aksinya.
Perampokan di Karawang
Agus Hidayat, 48 tahun, warga Klari, Karawang, ditemukan tewas mengambang di wilayah Kalimalang, Karawang, pada Sabtu 21 Desember 2024. Pelakunya adalah Andre Setiyawan, 42 tahun, seorang penumpang taksi online yang dikemudikan Agus.
Peristiwa itu bermula saat Andre memesan taksi online melalui aplikasi pada Sabtu 21 Desember 2024 untuk diantarkan ke suatu tempat. Setibanya ditempat itu, Andre kemudian meminta mengantarkannya ke tempat lain.
“Namun, korban menyampaikan jika pindah lokasi harus ada transaksi. Mereka diskusi masalah harga, di tengah diskusi terjadi cekcok,” kata Kapolres Karawang Ajun Komisaris Besar Edwar Zulkarnain, kepada wartawan Rabu, 25 Desember 2024.
Pelaku yang emosi meihat satu buah gunting di jok belakang. Kemudian menusukkan gunting ke leher korban hingga tak bernyawa dan membuang jasadnya ke sebuah irigasi di wilayah Kalimalang, Karawang dan membawa kabur mobil korban.
Motif perampokan disertai pembunuhan itu dilatarbelakangi janji pelaku kepada istrinya yang akan memberikan hadiah mobil. “Jadi istrinya ingin memiliki mobil sendiri, pelaku ini diminta istrinya untuk mencarikan mobil dengan modal uang arisan. Namun karena jumlah uang arisan jauh dari cukup pelaku ini merasa terdesak karena sudah berjanji,”
Pembunuhan di Bantul
Kepolisian Resor Bantul menetapkan pria bernama Yoga Andry, 30 tahun, sebagai tersangka setelah melakukan pembunuhan terhadap sopir taksi online berinisial Juremi, 64 tahun, di Tamanan Wetan, Banguntapan, Bantul pada Jumat 21 Maret 2025.
Dari hasil penyelidikan, antara korban dengan pelaku saling kenal, karena pelaku telah tiga kali menggunakan jasa korban. Satu kali pemesanan dilakukan melalui aplikasi dan dua kali pemesanan dialkukan secara langsung kepada korban.
Pelaku melancarkan aksinya saat meminta diantarkan di sebuah hotel. Ketika diperjalanan, pelaku yang duduk di bangku belakang langsung menghantamkan palu yang telah dipersiapkannya ke arah kepala korban berulang kali hingga meninggal dunia.
Karena korban tak sadarkan diri, mobil oleng ke kiri dan menabrak pembatas jalan dan mengalami ban bocor, sehingga pelaku gagal membawa kabur mobil milik korban.
Pembunuhan dan perampokan di PIK 2
Pada 24 April 2025, Tim Opsnal Unit V Resmob Polres Metro Tangerang Kota menangkap dua pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap sopir taksi online bernama Muhammad Ridwan, 35 tahun, warga kampung Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Kedua pelaku bernama Jefri dan Dayat.
Modus pembunuhan dan perampokan itu dengan cara pelaku memesan taksi online dari RSUD Kabupaten Tangerang menggunakan ponsel seorang sekuriti pada Rabu malam, 23 April 2025. Kedua pelaku meminta diantar ke Cluster California PIK 2, Tanjung Burung, Teluknaga, Kabupaten Tangerang.
Di tengah perjalanan, tepatnya di pinggir jalan Asia Afrika PIK 2, kedua pelaku mengeksekusi korban dengan cara dijerat menggunakan tambang dan dihujam pisau sebanyak empat tusukan. Jasad korban dibuang ke Kali Baru di wilayah Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Jasad korban baru ditemukan pada Jumat 25 April 2025.
Kapolres Metro Tangerang Kota Komisaris Besar Zain Dwi Nugroho mengatakan, terungkapnya aksi pembunuhan itu setelah salah seorang pelaku menjual kendaraan korban Rp 30 juta secara online.
Setelah menghabisi nyawa korban di Jalan Asia Afrika PIK 2, dua pelaku membawa kabur kendaraan korban dan menjualnya melalui internet seharga Rp 30 juta. “Pelaku diancam hukuman hidup atau penjara minimal 20 tahun,” kata Zain, Jumat 25 April 2025.
0 Response to "Sopir Taksi Online Tewas di Tol Jagorawi, Ini Enam Kasus Serupa"
Posting Komentar